Analisis Perbandingan Batubara Formasi Balikpapan dan Batuserpih Formasi Pamaluan sebagai Potensi Sumber Batuan Penghasil Hidrokarbon di Cekungan Kutai

Koeshadi Sasmito, Bukit Andika, Puspa Indah Rindawati

Abstract


Secara administrasi daerah Penelitian terbagi menjadi dua daerah, Kecamatan Tenggarong Seberang yang terletak di Kabupaten Kutai Kartenegara dan Kecamatan Sepaku yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakterikstik, tipe, jenis dan geokimia batuan induk berdasarkan data Total Organic Carbon (TOC) dan Rock-Eval Pyrolisis (REP) batuan Formasi Pamaluan dan Formasi Balikpapan pada daerah penelitian. Daerah Sepaku termasuk kedalam Formasi Pamaluan yang mana terdiri dari litologi serpih merupakan batuan sumber penghasil hidrokarbon terbaik. Memiliki rentan TOC 0.49-0.6 wt% dan dapat dikategorikan kedalam nilai Buruk-Cukup (Poor-Fair) untuk sebuah batuan sumber. Formasi Pamaluan daerah Sepaku menunjukan jenis kerogen tipe IV yang menunjukan jenis Innert Carbon, dan nilai Tmax menunjukan bahwa batuserpih pada Formasi Pamaluan menghasilkan dry gas dengan tingkat kematangan postmature. Batubara Formasi Balikpapan daerah Separi memiliki rentan TOC 50.39-51.12 wt% yang menunjukan nilai sempurna (excellent) untuk sebuah batuan sumber. Batubara pada Formasi Balikpapan daerah Separi menunjukan jenis kerogen tipe III yang menunjukan jenis gas-prone, yang berarti batubara merupakan batuan sumber hidrokarbon yang berpotensi menghasilkan gas dengan tingkat kematangan immature - mature.


Full Text:

PDF

References


Amin Syam, M., Sasmito, K., Sardilla, M., & Muchlis Sidiq, M. (2020). Geologi Dan Analisis Kekuatan Massa Batugamping Menggunakan Kaidah Kriteria Keruntuhan Hoek-Brown Di Daerah Batu Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Province. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 3(1), 1–7.

Clayton, C., (2005). Petroleum Generation and Migration. Nautilus, Ltd.

Dembicki, Harry JR., (2017). Practical Petroleum Geochemistry for Exploration and Production. Elsevier Inc.

Espitalie, J., Madec, M., Tissot, B., Mennig, J. J., & Leplat, P. (1977). Source Rock Characterization Method for Petroleum Exploration. Offshore Technology Conference.

Hazra, Bodhisatwa, et al., 2019. Evaluation of Shale Source Rocks and Reservoirs. Springer Nature Switzerland AG.

Moss, S. J., & Chambers, J. L. C. (1999). Tertiary facies architecture in the Kutai Basin, Kalimantan, Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 17(1–2), 157–181. https://doi.org/10.1016/S0743-9547(98)00035-X

Nuey, E. S., (1987). Early Middle Miosen Deltaic Progradation in Southem Kutai Basin, Proceeding of the 14th Annual Convention, Ind Petroleum Assac.

Peters, K. E., and Cassa, M. R. (1994). Applied Source Rock Geochemistry. Memoirs-American Association of Petroleum Geologist.

Ronov, A.B., (1958). Organic Carbon in Sedimentary Rocks (in relation to the presence of petroleum). Geochemistry, 5, 497-509.

Rose, R. and P. Hartono, (1978) Geological Evolution of the Tertiary Kutai-Melawi Basin Kalimantan, Indonesia. Proceeding of the IPA 4th Annual Convention, Ind Petroleum Assac, 27-39.

Sasmito, K., (2014). Geologi Dan Pola Sebaran Batubara Daerah Separi Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 7, No. 1, Januari 2014

Sasmito, K., & Rindawati, P. I. (2017). Kendali Morfostruktur Pasif terhadap Bentuk Morfologi Daerah Bhuana Jaya dan Sekitarnya Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi IV (pp. 60–69).

Sumotarto, Untung., (2016). Geologi Minyak & Gas Bumi. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Supriatna, S., Sukardi, Rustandi, E., (1995). Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia.

Waples, Douglas W., (1985). Geochemistry in Petroleum Exploration. Denver, Colorado. Brown and Ruth Laboratories, Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v12i2.17545

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats