Partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan mangrove di Teluk Semanting, Kabupaten Berau, Indonesia

Gunawan Wibisono

Abstract


Mangrove memiliki banyak manfaat, tetapi luasnya semakin berkurang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Teluk Semanting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kuesioner yang meliputi empat tahapan yaitu: pengambilan keputusan, tahapan pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan pengawasan. Responden diambil dari seluruh segmentasi kelembagaan, pekerjaan, pendapatan, suku, lama menetap, jumlah keluarga, pendidikan, jenis kelamin dan usia sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi. Responden diberi 16 pertanyaan tentang partisipasi. Penilaian dilakukan dengan skala likert dengan jawaban; tidak pernah skor 1; kadang-kadang skor 2 dan sering skor 3. Kemudian dikonversi tingkat partisipasi sangat rendah (1-1,4), rendah (1,41-1,8), sedang (1,81-2,21), tinggi (2,22-2,62) dan sangat tinggi (>2,63). Dari hasil penelitian, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove di Kampung Teluk Semanting umumnya rendah yaitu 1,71. Pada tahap pengambilan keputusan bernilai 1,62 (rendah), tahap pelaksanaan program bernilai 1,68 (rendah), tahap pemanfaatan hasil bernilai 1,89 (sedang) dan tahap pengawasan bernilai 1,65 (rendah). Pada setiap tahapan partisipasi sesuai dengan segmentasi, tidak ada perbedaan yang signifikan nilai partisipasi masyarakat. Untuk segmentasi, faktor-faktor kelembagaan, pendapatan, suku, jumlah anggota keluarga, pendidikan dan umur tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk segmentasi jenis kelamin dan lama tinggal di kampung memiliki perbedaan yang signifikan.

Keywords


Keywords: Community Participation, Mangrove Management, Teluk Semanting, Berau Regency

Full Text:

PDF

References


Anwar, C., & Gunawan, H. (2006). Peranan ekologis dan sosial ekonomis hutan mangrove dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. In Proceedings of Exposure Results.

Arianti, B., Arifanti, N., Novita, S., Subarno, & Tosiani, A. (2021). Mangrove deforestation and CO2 emissions in Indonesia. In The 6th INAFOR 2021 Stream 3.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2001). Pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Jakarta: PT. Pradya Paramitha.

Davenport, M. A., Bridges, C. A., Mangun, J. C., Carver, A. D., Willard, K., & Jones, E. O. (2010). Building local community commitment to wetland restoration: A case study of the Cache River Wetlands in Southern Illinois, USA. Environmental Management. 45, 711-722

Dimitrakopoulos, P. G., Jones, N., Iosifides, T., Florokapi, I., Lasda, O., Paliouras, F., & Evangelinos, K. I. (2010). Local attitudes on protected area: Evidence from three Natura 2000 wetland sites in Greece. Environmental Management, 91, 1847-1854.

Efiyanti, A. (2019). Partisipasi anggota kelompok wanita tani lestari pada program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di Desa Bulie Kabupaten Bone. Skripsi, Universitas Borneo Tarakan.

FLIM. (2018). Laporan akhir teknis proyek dan keuangan siklus II - TFCA Kalimantan. Berau.

Giesen, W., Wulffraat, S., Zieren, M., & Scholten, L. (2007). Mangrove guidebook for Southeast Asia. FAO and Wetland International.

Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., & Duke, N. (2011). Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite data. Global Ecology and Biogeography, 20(1), 154-159.

Gunawan, H., Suhardiyono, Y., Marwan, Rachmad, A., Tribudi, Fajri, M., & Hamzah. (2022). Pembelajaran penilaian PERANTI dan PSABM. Berau: Pokja PKHB.

Hamzah, Y., Yuliantri, A. R., Budiayu, A., Saryadi, Basir, Hidayat, A. W., & Priandoko, P. (2017). Laporan workshop membangun skema pengelolaan mangrove lestari berbasis masyarakat di Kabupaten Berau. Tanjung Redeb: Berau.

Hasanudin. (2011). Community dependence level of forest resources in traditional zone of Bulusaraung Bantimurung National Park at Labuaja Village. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 6(2), 201-215.

Hidayat, A. (2012). Kruskall Wallis adalah uji non parametris. Diakses 21 Januari 2025 dari https://www.statistikian.com/2014/07/kruskall-wallis-h.html

Ilman, M., Dargusch, P., Dart, P., & Onrizal. (2016). A historical analysis of the drivers of loss and degradation of Indonesia’s mangroves. Ocean and Coastal Management, 116, 353-367.

Kadir, A. W. (2012). Analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 19(1), 1-11.

Kaho, J. R. (2003). Prospek otonomi daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: PT. Rajawali Grafindo Persada.

Kauffman, B. J. M. F., Adame, V. B., Arifanti, L. M., Schile-Beers, A. F., Bernardino, R. K., Bhomia, R. K., & Daniel, C. (2020). Total ecosystem carbon stocks of mangroves across broad global environmental and physical gradients. Ecological Monographs, 90(2), e01405.

Schwerdtner, M. K., Krause, G., & Ring, I. (2014). The Gordian knot of mangrove conservation: Disentangling the role of scale, services and benefits. Global Environmental Change, 28(1), 120-128.

Margiyono. (1999). Studi tentang partisipasi masyarakat lokal dalam pembangunan pedesaan. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Marysya, P., & Amanah, S. (2018). Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis desa di kampung wisata Situ Gede Bogor. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 2(1), 59-70.

Monsef, H. A. E., & Smith, S. E. (2017). A new approach for estimating mangrove canopy cover using Landsat 8 imagery. Computers and Electronics in Agriculture, 183-194.

Murdiyarso, D., Purpopuspito, J. B., Kauffman, J. B., Warren, M. W., Sasmito, S. D., Donato, D. C., Manuri, S., Krisnawati, H., Taberima, S., & Kurnianto, S. (2015). The potential of Indonesia mangrove for global climate change mitigation. pp. 8-11.

Nurdin, M., Akbar, F., & Patittingi, F. (2015). Dynamic of mangrove cover change with anthropogenic factors on small island, Spermonde Archipelago. In Proc. of SPIE.

Nurrani, L., Bismark, M., & Tabba, S. (2015). Partisipasi lembaga dan masyarakat dalam konservasi mangrove (Studi kasus di Desa Tiwoho Propinsi Sulawesi Utara). Jurnal WASIAN, 2(1), 21-32.

Prom, S. (2014). Community based mangrove forest management in Thailand: Key lesson learned for environmental risk management. Sustainable Living with Environmental Risk. 87-96

Semanting. P. (2017). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung Semanting. Berau: Pemerintah Kampung Teluk Semanting.

Semanting. P. (2019). Keputusan Kepala Kampung No. 18 T

ahun 2019 tentang Perubahan Tim Pengelola Mangrove Tahun 2019-2020 Kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau. Berau: Pemerintah Kampung Teluk Semanting.

Semanting. P. (2021). Profil Kampung Teluk Semanting. Berau: Pemerintah Kampung Teluk Semanting.

Setiawan, H. (2013). Status ekologi hutan mangrove pada berbagai tingkat ketebalan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 2, 104-120.

Suroso, H., Hakim, A., & Noor, I. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Jurnal Wacana, 17, 7-15.

Sutrisno, A., Sardjono, M. A., & Aipassa, M. I. (2006). Partisipasi masyarakat lokal dalam konservasi hutan lindung Pulau Tarakan. Jurnal Kehutanan Unmul, 2. 1-16.

Tambunan, R., Harahap, R., & Lubis, Z. (2005). Pengelolaan hutan mangrove di Kabupaten Asahan: Studi kasus partisipasi masyarakat dalam mengelola hutan mangrove di Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Asahan. Jurnal Studi Pembangunan, 1, 518-530.

Theresia, A., & Khrisna, S. A. (2014). Pembangunan berbasis masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Tjokroamidjojo, B. (1996). Perencanaan pembangunan. Jakarta: PT. Toko Agung.

Yuwono, S., Rahman, D., Eryza, H., Hamzah, M., Marwan, F., & Wibisono, G. (2021). Rencana strategis program karbon hutan Berau 2016-2025 (I. Wahyulianto, Ed.). Yogyakarta: Penerbit Ziqron.

Zhang, C., Robinson, D., Wang, J., Liu, J., Liu, X., & Tong, L. (2011). Factors influencing farmers' willingness to participate in the conversion of cultivated land to wetland program in Sanjiang National Nature Reserve, China. Environmental Management, 4, 107-120.




DOI: http://dx.doi.org/10.32522/ujht.v9i1.17912

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Gunawan Wibisono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ulin : Jurnal Hutan Tropis

Forestry Faculty of Mulawarman University

Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123

E-Mail: ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id

Support Contact

Lisa Andani
Phone: 0831-5359-8753
Email: ulin.jhuttrop@gmail.com

Description: Description: UJHT Visitors Stats Description: Creative Commons License
ULIN: Jurnal Hutan Tropis by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/UJHT/ eISSN: 2599-1183 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International