Analisis Spasial Perubahan Struktur Ekologi Lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Halong (1996 - 2024)
Abstract
Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Halong di Pulau Ambon merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan konversi lahan secara masif untuk permukiman. DAS dengan luas ±458 ha ini memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan hodrologis dan ekologis bagi masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perubahan tutupan lahan dan perubahan struktur ekologi lanskap DAS Wae Halong selama periode 1996 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), yang memadukan analisis spasial kuantitaif dengan data kualitatif dari survei lapangan. Fokus utama analisis adalah perubahan data tutupan lahan multitemporal berbasis Informasi Geografis (SIG), dan perhitungan matrik lanskap menggunakan perangkat lunak Fragstat. Hasil analisis menunjukan adanya tren fragmentasi lanskap yang siginifikan. Tutupan lahan alami khususnya hutan dan semak belukar mengalami penurunan luas drastic yang diperkirakan mencapai 50% dalam kurun waktu 28 Tahun. Sebaliknya, lahan terbangun meningkat tajam terutama didorong oleh pembangunan perumahan besar yang intens setelah tahun 2011. Pergeseran dominansi lanskap dari tutupan lahan alami ke permukiman secara langsung mengindikasikan penurunan daya dukung lingkungan, hilangnya koridor ekologis, dan peningkatan kerentanan DAS terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aquino, A., & Henttinen, L. (2021, 11 November). Pendekatan lanskap di Indonesia: Dari konsep hingga perangkat praktis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan mata pencaharian. World Bank Blogs. Diakses 20 September 2025, dari https://blogs.worldbank.org/id/eastasiapacific/pendekatan-lanskap-di-indonesia-dari-konsep-hingga-perangkat-praktis-untuk
Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air. IPB Press.
Badan Pusat Statistik Kota Ambon. (2024). Kota Ambon dalam angka 2024.
Boreel, A., Parera, L. R., & Farneubun, N. N. (2023). Lansekap di sekitar kawasan hutan lindung Gunung Nona Ambon land use change and configuration of landscape spatial pattern. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 7(1), 81–89.
Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. (2020). Petunjuk teknis penafsiran citra satelit resolusi sedang untuk update data penutupan lahan nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Fajarnurrochim. (2017). Analisis karakteristik hidrologi daerah aliran sungai [Skripsi, Institut Teknologi Bandung]. Digilib ITB. https://digilib.itb.ac.id/
Irwanto. (2021, 5 Mei). Karakteristik pulau kecil, terisolasi dan terpencil. Diakses 5 September 2025, dari https://irwanto.id/karakteristik-pulau-kecil/
Latue dan Rikuasa, 2023. Analisis spasial perubahan tutupan lahan di DAS Wae Batugantong, Kota Ambon. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 10 No 1: 149-155
Lubis, J. P. G. (2011). Land Use and Land Cover Change Detection using Remote Sensing and Geographic Information System in Bodri Watershed, Central Java, Indonesia. Journal of International Development and Cooperation, 18(1), 39–46.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tengah, 2013. Maluku Tengah Dalam Angka, Masohi.
Mawardi, I. 2010. Kerusakan Daerah Aliran Sungai dan Penurunan Daya Dukung Sumberdaya Air di Pulau Jawa serta Upaya Penanganannya. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 5(2): 1-11
Mayasari, Margareth Ritohardoyo.2012. Kualitas Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Jurnal Bumi Indonesia Volume 1 No.3 Tahun 2012 : 193-201.
McGarigal, K. (2015). FRAGSTATS help. Department of Environmental Conservation, University of Massachusetts, Amherst.
McGarigal, K., Cushman, S. A., & Ene, E. (2012). FRAGSTATS v4: Spatial pattern analysis program for categorical and continuous maps [Perangkat lunak komputer]. University of Massachusetts, Amherst. http://www.umass.edu/landeco/research/fragstats/fragstats.html
McGarigal, K., & Marks, B. J. (1995). FRAGSTATS: Spatial pattern analysis program for quantifying landscape structure (General Technical Report PNW-GTR-351). U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Pacific Northwest Research Station.
Muta’Ali Lutfi, 2012. Daya Dukung Lingkungan Untuk Perencanaan Pengembangan Wilayah. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG) Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Prasetiyani, Ikha & Dodi Widiyanto.2013. Strategi Menghadapi Ketahanan Pangan (Dilihat Dari Kebutuhan Dan Ketersediaan Pangan) Penduduk Indonesia di Masa Mendatang (Tahun 2015 ± 2040). Jurnal Bumi Indonesia Volume 2 No.2 Tahun 2013 : 227-235
Prasetyo, L. B. (2017). Pendekatan ekologi lanskap untuk konservasi biodiversitas. Media Konservasi, 22(1), 1-8.
Purwanti, E., Rahayu, S., & Febrianto, A. (2024). Analisis perubahan tutupan lahan pertanian dan perkebunan di Bendungan Gondang, Kabupaten Karanganyar menggunakan Google Earth. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 45-60.
Ramdhan, M. (2015). Patch analysis menggunakan Fragstats (Studi kasus area Jambi). Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.
Salim dkk, 2019. Pengaruh Perubahan Luas Tutupan Lahan Hutan Terhadap Karakteristik Hidrologi Das Citarum Hulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 256-264
Setiawan dan Sitorus, 2007. Ekologi Lanskap Boror. Institut Pertanaian Bogor. Bogor
DOI: http://dx.doi.org/10.32522/ujht.v10i1.25414
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Marisa Makahity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ulin : Jurnal Hutan Tropis |
Forestry Faculty of Mulawarman University Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123 E-Mail: ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id |
Support Contact Lisa Andani |
|


